Pelatihan Menulis Artikel

Ingin Jadi Penulis?

Mulailah Menulis dari Sekarang

Oleh Winarto

 

Banyak kawan menyatakan ingin bisa menulis, namun mereka takut mencobanya. Mereka menganggap menulis sangat sulit. Padahal menulis amatlah mudah. Lebih mudah dari berbicara.

Dalam berbicara, kita sering tidak punya waktu untuk berpikir tentang apa yang akan kita sampaikan. Sehingga, tak jarang kita mendengar seseorang bicara panjang lebar tapi tak ada isinya, karena bahasanya kacau.

Ketika menulis kita memiliki kesempatan untuk berpikir, menyusun kata-kata, kalimat dengan logis sistematis. Sehingga apa yang kita sampaikan bisa dengan mudah diterima pembaca.

Namun, mengapa banyak orang merasa tidak bisa menulis? Persoalannya, saya kira, bukan pada “bisa” atau “tidak bisa”. Tetapi pada “mau” atau “tidak mau”  dan “berani” atau “tidak berani” mencoba. Mereka yang merasa tidak bisa menulis umumnya tidak pernah mencoba menulis. Jadi, sebenarnya ini sebuah ironi. Bagaimana mereka merasa tidak bisa menulis kalau tidak pernah mencobanya?

Mereka umumnya takut kalau tulisannya dinilai jelek, tidak bermutu, tidak menarik. Bayangan ketakutan-ketakutan seperti inilah yang menjadi penghambat utama bagi seseorang untuk memulai menulis. Oleh karena itu, bila Anda ingin menjadi penulis, ingin bisa menulis, ketakutan-ketakutan yang menghantui ini harus dibuang dulu. Menulis, pertama-tama membutuhkan keberanian. Jangan takut, jangan khawatir pada penilaian orang lain. Sebagai penulis, kita jangan menutup diri terhadap kritik, sebaliknya justru membuka diri bagi kritik. Kalau ada orang yang memberi penilaian terhadap tulisan kita – baik atau buruk – selayaknya kita justru berterimakasih.

***

Apakah menulis menuntut teori? Teori, tentu ada. Tapi, lebih penting adalah praktik. Yang pertama adalah praktik, kedua praktik dan ketiga praktik. “Teori menulis yang baik” bisa kita pelajari berbarengan dengan praktik, bahkan bisa kita temukan sendiri melalui praktik.

Untuk bisa menulis Anda hanya perlu menguasai tata bahasa. Tentu saja, karena kita menulis menggunakan bahasa tertentu, sehingga kita mesti tahu tata bahasa yang bersangkutan. Hal yang paling mendasar adalah memahami struktur kalimat, mengetahui mana Subjek, Predikat, Objek dan Keterangan. Kalau Anda bisa menulis sebuah kalimat yang bisa dimengerti oleh pembaca, berarti Anda punya kemampuan untuk menulis.

Begitu mudah!

Bagaimana menemukan ide untuk sebuah tulisan? Hemmm. Anda pernah jatuh cinta atau mungkin saat ini sedang jatuh cinta pada seseorang? Coba tuliskan perasaaan cinta dan sayang Anda pada si dia. Ungkapkan melalui tulisan bagaimana cakepnya dia, betapa baik hatinya, betapa lembut sapaan dan sentuhannya. Ingat-ingat dan tuliskan bagaimana Anda pertamakali mengenal dia, kemudian jatuh cinta. Nah, siapa tahu tulisan Anda bisa dikembangkan menjadi kisah roman yang menarik. Kalau bukan novel, paling tidak sebuah cerita pendek.

Atau Anda mungkin kini memiliki seorang anak balita yang bandel. Coba tuliskan pengalamam Anda menghadapi dia, membujuknya kalau dia ngambek atau menangis. Siapa tahu, tulisan Anda bisa menjadi tips bermanfaat bagi para orang tua lain dalam menghadapi si kecil yang suka rewel.

Mau ide lain? Sungguh ide-ide itu bertebaran di banyak tempat di sekeliling kita, di rumah, sekolah, tempat kerja, di jalanan. Begitu banyak ide, tinggal bagaimana kita menangkap dan mengolahnya.

Masih belum berani menulis? Atau masih penasaran? Coba ikuti Pelatihan Penulisan Artikel yang kami selenggarakan tanggal 5-6 Juni 2012 di Wisma Sejahtera, Slipi, Jakarta Barat. Selama dua hari kami akan bimbing Anda membuat artikel menarik sesuai topik pilihan Anda. Informasi lebih jauh, hubungi 0812-871 2393/ 0812-993 8625 atau kirim Email: grahamediaschool@gmail.com.

One Response to Pelatihan Menulis Artikel

  1. zona on August 3, 2012 at 10:31 am

    tlg ksh info, terbaru utk acara penulisan artikel.Tq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

PELATIHAN BULAN MEI 2017

BUKU BUKU MENARIK

The Art of Fact by Kevin Kerrane

True Stories: A Century of Literary Journalism by Norman Sims