Menulis Sebagai Kebutuhan

BAGAIMANA MEMULAI MENULIS

Oleh Winarto

 

MENULIS, bagi banyak orang saat ini merupakan kebutuhan. Mungkin juga bagi Anda. Apapun pekerjaan Anda – pelajar, mahasiswa, dosen, guru, direktur perusahaan, manager, staf humas, sekretaris, tenaga pemasaran, dokter, arsitek atau apapun – Anda membutuhkan ketrampilan yang satu ini. Menulis.

Banyak pekerjaan akan sangat terbantu bila Anda bisa menulis dengan baik. Apakah itu menulis makalah, proposal penawaran program atau proyek, laporan penelitian, ringkasan hasil rapat, siaran pers, surat lamaran kerja, juga surat cinta.

Proposal penawaran program, proyek atau penelitian yang ditulis dengan baik tentu akan lebih mengena dan kemungkinan disetujui akan lebih besar dibanding dengan proposal yang ditulis asal saja  sehingga maksud dan tujuannya pun tidak jelas. Juga, laporan penelitian akan lebih mudah dipahami dan dipertanggung-jawabkan bila ditulis dengan baik. Demikian pula ringkasan hasil rapat.

Ketrampilan menulis membantu Anda dalam membuat surat lamaran kerja sehingga bisa membuat Direktur atau Manager HRD perusahaan yang bersangkutan terkesan dan segera menanggapinya.

Bagaimana dengan surat cinta? Hemm.. Tanyakan hal ini pada para penyair. Berapa orang yang berhasil mereka gaet karena surat-surat cinta mereka yang tentu penuh pesona dan romantis.

Suka Pelancongan?


Bila Anda suka pelancongan misalnya, menulis akan menjadi sesuatu yang mengasyikkan. Anda akan bisa menulis pengalaman Anda berwisata di berbagai tempat. Anda bisa menulis mulai dari kehebohan saat persiapan berangkat – lebih-lebih kalau berwisata bersama keluarga atau teman-teman kuliah atau kerja – saat di perjalanan, hingga di lokasi tujuan.

Anda bisa ceritakan bagaimana rasanya naik kereta misalnya, bercengkerama dengan teman-teman, menikmati panorama yang terlihat di kanan kiri kereta sepanjang perjalanan, juga mencicipi jajanan khas daerah-daerah yang dilintasi kereta. Atau kalau Anda naik pesawat, bus umum, mobil pribadi; semua yang Anda alami dan menarik bisa Anda ceritakan melalui tulisan.

Sesampai di tempat tujuan di lokasi wisata, Anda bisa mulai mengamati suasana yang ada dan mencatat yang Anda anggap menarik: keindahan alamnya, fasilitas yang disediakan bagi pengunjung, atraksi-atraksi seni atau pertunjukan yang digelar. Semua yang Anda lihat dan alami bisa Anda tuangkan dalam tulisan yang tentu akan bermanfaat bagi pembaca.

Suka Membaca?

Bagi Anda yang suka membaca, menulis menjadi lebih mudah dilakukan. Kebiasaan membaca apapun, seperti koran, majalah atau buku membantu Anda menemukan gagasan untuk menulis. Koran dan majalah setiap hari menyajikan informasi tentang berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat. Sedangan buku-buku bisa menjadi sumber referensi bila Anda menulis artikel untuk menganalis suatu masalah.

Sangat sayang, kalau Anda suka membaca, tapi tidak bisa menulis. Karena pengetahuan yang Anda peroleh tidak akan bertahan lama dalam memori Anda. Lain halnya bila Anda bisa menulis, maka pengetahuan yang Anda peroleh dari berbagai bacaan bisa Anda tulis ulang, Anda  kaji, perkaya dan olah menjadi tulisan baru. Tulisan Anda itu akan bisa menjadi referensi bagi orang lain atau Anda sendiri ketika Anda berniat menulis lagi di lain waktu.

Bagaimana Memulai?

          Kalau Anda punya kebiasaan menulis di buku harian, hal itu merupakan awal yang baik. Namun, buku harian hanya dikonsumsi sendiri. Anda perlu mencoba mulai menulis untuk dibagi ke orang lain. Cobalah tulis pengalaman sehari-hari Anda, misalnya saat terjebak kemacetan di jalan, terlambat sampai di kantor, dimarahi boss, atau saat memperoleh hadiah ulang tahun dari pacar, suami atau isteri, saat dapat bonus dari kantor, saat menderita sakit dan harus masuk rumah sakit, saat sembuh dari sakit. Buatlah dalam dua tiga alenia, dan kirimkan ke facebook Anda, atau milis grup. Amati bagaimana tanggapan rekan-rekan Anda. Kalau Anda makin percaya diri dan merasa asyik, mulailah menulis di blog. Membuat blog gratis sangat mudah, butuh waktu hanya lima menit.

Kalau ingin lebih percaya diri dan memahami teknik penulisan, ikutilah pelatihan-pelatihan penulisan dan jurnalistik. Yang penting, berani mencoba dan terus belajar. Selamat menulis!

One Response to Menulis Sebagai Kebutuhan

  1. M. Shiddiq on September 22, 2012 at 1:12 am

    Terima kasih atas pencerahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

PELATIHAN BULAN MEI 2017

BUKU BUKU MENARIK

The Art of Fact by Kevin Kerrane

True Stories: A Century of Literary Journalism by Norman Sims